<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>The Anime</title>
	<link>http://danielbandicoot.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:34:26 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>SMA 34 Pondok Labu Mendaur Ulang Sampah Sendiri</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/sma-34-pondok-labu-mendaur-ulang-sampah-sendiri/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/sma-34-pondok-labu-mendaur-ulang-sampah-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Technology</category>
	<category>Life</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/sma-34-pondok-labu-mendaur-ulang-sampah-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[	 TANGAN Endang Wardiningsih dengan cekatan membolak-balik sampah di bak penampungan sampah SMA 34 Pondok Labu, Jakarta, Selatan. Tidak terlihat sedikit pun rasa jijik di wajah ibu guru sekolah itu. Ia menjelaskan dengan terperinci bagaimana sampah daun dan ranting dari pepohonan di lingkungan sekolah itu ditampung di bak dan kotak-kotak plastik untuk diproses menjadi pupuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p> TANGAN Endang Wardiningsih dengan cekatan membolak-balik sampah di bak penampungan sampah SMA 34 Pondok Labu, Jakarta, Selatan. Tidak terlihat sedikit pun rasa jijik di wajah ibu guru sekolah itu. Ia menjelaskan dengan terperinci bagaimana sampah daun dan ranting dari pepohonan di lingkungan sekolah itu ditampung di bak dan kotak-kotak plastik untuk diproses menjadi pupuk kompos.</p>
	<p> &quot;Proses membuat kompos ya hanya seperti ini. Sederhana dan mudah,&quot; katanya, sambil meneruskan membolak-balik tumpukan sampah di bak penampungan. Selain cara yang sederhana itu, di sekolah tersebut juga dikembangkan pembuatan pupuk kompos dengan bantuan cacing tanah.</p>
<a id="more-8"></a>
<p> Pembuatan pupuk kompos memang relatif mudah dan manfaatnya sangat besar. Sampah dedaunan dan ranting dari pepohonan di lingkungan sekolah itu dimasukkan bak penampungan. Agar proses dekomposisi berlangsung optimal, tempat penampungan itu ditutup. Hal itu dilakukan untuk menghindari terpaan sinar matahari dan guyuran hujan.</p>
	<p> Sampah yang diproses menjadi kompos, harus dalam keadaan basah, tetapi tidak sampai berair. Itu sebabnya bak sampah ditutup sehingga sampah tidak cepat kering karena penguapan, atau terlalu basah karena hujan. Agar pengomposan berlangsung merata, tumpukan sampah harus dibolak-balik setidaknya seminggu sekali. Dalam waktu dua hingga tiga bulan, tumpukan sampah itu akan terurai menjadi kompos.</p>
	<p> Sementara itu, pembuatan pupuk kompos dengan bantuan cacing prosesnya tidak jauh berbeda dengan cara di atas. Sampah dedaunan dan ranting diletakkan di kotak-kotak plastik dan diletakkan di rak susun. Kotak-kotak itu bagian bawahnya diberi beberapa lubang untuk jalan keluar air rembesan. </p>
	<p> Pada rak paling bawah ditempatkan tumpukan sampah paling lama. Kemudian di atasnya sampah yang lebih baru, dan di atasnya lagi sampah terbaru. Pada kotak paling bawah itulah diberi sedikit tanah dan cacing tanah. Penyiraman air dilakukan pada kotak di rak paling atas dengan jumlah yang cukup, tidak berlebihan. Prinsipnya, penyiraman dilakukan agar sampah dalam keadaan selalu basah. Air dari kotak paling atas akan merembes ke bawah dan keluar melalui lubang-lubang di bawahnya. Air kemudian menetes membasahi tumpukan sampah di kotak kedua, dan seterusnya sampai di kotak ketiga.</p>
	<p> Kondisi yang basah itulah memungkinkan cacing di kotak paling bawah bertahan hidup sambil memakan dedaunan dan ranting. Apabila dedaunan dan ranting itu telah terurai, cacing-cacing itu akan naik ke kotak kedua melalui rambatan, dan menyusup masuk melalui lubang rembesan air. Selanjutnya kotak ketiga diangkat dan dipindahkan, karena pupuk kompos telah terbentuk dan siap dipakai. Sedangkan kotak pada rak kedua, diturunkan ke rak ketiga, dan kotak pada rak pertama turun ke rak kedua. Pada rak paling atas dapat ditempatkan tumpukan sampah baru. </p>
	<p> Proses pembuatan kompos dengan bantuan cacing itu berlangsung sekitar satu hingga dua bulan. Rak harus selalu dalam keadaan tertutup. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan tutup plastik warna hitam atau warna gelap. Penutupan dilakukan untuk menghindari terpaan sinar matahari dan siraman air hujan agar proses dekomposisi berlangsung sempurna dan cepat.</p>
	<p> Pupuk kompos itu selanjutnya digunakan untuk menanam tanaman obat. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan barang-barang bekas. Misalnya bekas botol dan gelas plastik kemasan air mineral. &quot;Gelas atau botol bekas itu diperoleh dari kantin sekolah, bekas minum siswa,&quot; kata Endang.</p>
	<p> Botol plastik bekas itu dipotong bagian atasnya dan kemudian dilubangi di bagian bawahnya. Demikian pula bekas gelas plastik, diberi lubang bagian bawahnya. </p>
	</p>
	<p> Wadah-wadah itu diisi kompos dan digunakan untuk media tanaman obat. Pot-pot dari botol dan gelas bekas itu kemudian disusun di rak, sedemikian rupa sehingga berjajar rapi.</p>
	<p> Di antara tanaman obat yang dikembangkan terdapat sambiloto, kumis kucing, daun dewa, keladi tikus, sosor bebek, jintan, lavender, dan berbagai macam lainnya. Pada tiap pot itu diberi label nama pohon, manfaat, dan cara penggunaannya sebagai obat penyembuh berbagai penyakit.</p>
	<p> Tanaman-tanaman obat itu dijual, Rp 2.000 hingga Rp 3.000 tiap potnya. Uang hasil penjualan digunakan untuk program pengentasan kemiskinan atau disingkat taskin. Uang itu disumbangkan bagi siswa dari keluarga yang secara ekonomi kurang mampu di sekolah itu. Semua kegiatan itu dilakukan para siswa dalam lingkup kegiatan ekstrakurikuler di bawah bimbingan Endang Wardiningsih.</p>
	</p>
	<p> Daur Ulang</p>
	<p> Di sekolah itu para siswa juga diajari mendaur ulang kertas. Proses daur ulang kertas juga sangat sederhana seperti halnya membuat pupuk kompos. &quot;Idenya dari upaya memanfaatkan sampah kertas di lingkungan sekolah,&quot; Endang memaparkan.</p>
	<p> Sampah kertas yang terkumpul mula-mula dipotong kecil-kecil dan kemudian direndam dalam air selama dua hingga tiga jam. Setelah itu potongan kertas diblender hingga menjadi bubur kertas dan siap dicetak. Bubur kertas itu dicampur air dengan perbandingan satu liter kertas dengan lima liter air. &quot;Sewaktu memblender, sebaiknya gunakan blender berkualitas bagus. Blender yang kualitasnya kurang bagus sebaiknya jangan digunakan, karena hasilnya kurang maksimal,&quot; Endang mengingatkan.</p>
	<p> Pencetakan dilakukan dengan menggunakan kawat kasa atau <em>screen </em>yang diberi bingkai kotak kayu. Ukuran kotak sesuai dengan yang dikehendaki. <em>Screen</em> dengan lubang berukuran N36 hingga 38, seperti biasa digunakan dalam proses sablon dan dapat dibeli di toko-toko yang menjual peralatan sablon.</p>
	<p> Pencetakan dilakukan pada papan multipleks yang dilapisi kain hero. Jenis kain itu dapat dibeli di toko-toko kain. Pencetakan dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut <em>screen ruckle</em> untuk meratakannya. <em>Screen ruckle</em> juga dapat dibeli di toko alat-alat sablon. Tebal tipisnya kertas diatur sesuai keperluan. </p>
	<p> Setelah bubur kertas rata dan menempel pada kain hero, cetakan dilepas. Proses berikutnya adalah pengeringan dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari atau dalam ruangan. Apabila sinar matahari cukup panas, pengeringan dapat berlangsung hanya dua jam.</p>
	<p> &quot;Dulu kami mencampur bubur kertas dengan lem kayu berwarna putih supaya kertas yang dihasilkan cukup liat. Namun, cara ini terpaksa kami tinggalkan karena ada lembaga swadaya masyarakat yang keberatan dengan penggunaan lem itu, karena tidak ramah lingkungan,&quot; Endang memaparkan lebih jauh. </p>
	<p> Kertas daur ulang itu dapat dibuat berwana putih saja atau diberi warna tertentu. Pewarnaan dilakukan menggunakan bahan alami dari tumbuh-tumbuhan. Misalnya untuk mendapatkan kertas warna kuning, digunakan kunyit yang diblender dan dicampurkan bubur kertas. Bahan alami lainnya yang juga digunakan yaitu daun suji, temulawak, bunga telang, buah murbei, buah jamblang, dan sebagainya.</p>
	<p> Ada kalanya kertas daur ulang itu juga diberi motif agar terlihat lebih indah. Motif dapat dibuat dengan mencampurkan bunga bugenvil yang dikeringkan dan dipotong-potong, atau dibiarkan utuh. Bunga bugenvil itu dicampur bubur kertas dan sebelum dicetak. Motif dapat pula dibuat dengan memanfaatkan sisa serutan kayu yang lebih dulu diblender dan kemudian dicampur bubur kertas.</p>
	<p> Kertas daur ulang itu selanjutnya dipakai untuk membuat barang-barang kerajinan tangan. Misalnya untuk alas album foto, pelapis pigura, kotak tempat pensil, surat undangan, dan sebagainya. </p>
	<p> Daur ulang sampah dan kertas di SMA 34 itu dirintis Endang sejak 1996 dengan bimbingan LSM Wahana Lingkungan Hidup dan UNESCO, Organisasi PBB di Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan.</p>
	<p>Sumber : www.suarapembaruan.com&nbsp;</p>
<!--more-->
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/sma-34-pondok-labu-mendaur-ulang-sampah-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ujian Nasional Yang Menjadi Masalah</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/ujian-nasional-yang-menjadi-masalah/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/ujian-nasional-yang-menjadi-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:13:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Education</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/ujian-nasional-yang-menjadi-masalah/</guid>
		<description><![CDATA[	
Nampaknya Ujian Nasional (UN) perlu mendapat perhatian kita semua. Banyak sudah cerita dan berita mengenai kejanggalan sistem ujian nasional ini. Keputusan lulus atau tidak ternyata hanya disandarkan kepada ujian sesaat saja, dan hanya beberapa mata pelajaran saja. Padahal siswa sekolah tahunan dan ada mata pelajaran lain. Kalau memang demikian mungkin mata pelajaran lain tersebut tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify" class="entry">
<p>Nampaknya Ujian Nasional (UN) perlu mendapat perhatian kita semua. Banyak sudah cerita dan berita mengenai kejanggalan sistem ujian nasional ini. Keputusan lulus atau tidak ternyata hanya disandarkan kepada ujian sesaat saja, dan hanya beberapa mata pelajaran saja. Padahal siswa sekolah tahunan dan ada mata pelajaran lain. Kalau memang demikian mungkin mata pelajaran lain tersebut tidak perlu diajarkan?</p>
	<p>Tadi saya juga melihat anak yang mogok makan (di Bali) karena tidak lulus ujian nasional dan anak yang histeris di Sulawesi Selatan karena tidak lulus. Saya takut mereka belum bisa mengambil keputusan dan melakukan hal yang <em>nggak-nggak.</em> Mengapa tidak diadakan ujian susulan (her?) untuk kasus-kasus tertentu?</p>
<a id="more-7"></a>
<p>Di sisi lain, perlu juga kita ajarkan kepada anak-anak kita agar berani gagal. Bahwa kegagalan merupakan bagian dari hidup. Tidak perlu stress kalau gagal. (Memang gampang kita ngomong. Kalau kita yang merasakan tentu lain ya?) Saya juga mengerti bahwa mereka merasa diperlakukan tidak adil. Yang ini saya belum tahu jawabannya. Lha wong melihat tim sepak bola yang dikerjain wasit aja masih nggak tahan, apalagi perasaan anak-anak ini ya.</p>
	<p>Terus terang, untuk urusan ujian nasional ini saya nggak tahu mau mulai dari mana. Bagaimana baiknya? dihapuskan? diteruskan? apa yang harus diperbaiki? cuek saja?</p>
	<p>Sumber : http://rahard.wordpress.com&nbsp;</p>
  									</div>
<!--more-->
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/ujian-nasional-yang-menjadi-masalah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Tips Mencegah Kulit Kering</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/tips-mencegah-kulit-kering/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/tips-mencegah-kulit-kering/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 May 2008 06:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Health</category>
	<category>Style</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/tips-mencegah-kulit-kering/</guid>
		<description><![CDATA[	
Mandi menggunakan sabun yang mengandung pelembab 
	Pakailah lotion atau minyak pelembab yang mengandung tabir surya
	Jangan berjemur atau terpapar matahari terlalu lama
	Makan buah-buahan dan sayuran secara teratur
	Istirahat yang cukup dan stop merokok.
	Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C 
	Minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.

	

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<ul>
<li>Mandi menggunakan sabun yang mengandung pelembab </li>
	<li>Pakailah lotion atau minyak pelembab yang mengandung tabir surya</li>
	<li>Jangan berjemur atau terpapar matahari terlalu lama</li>
	<li>Makan buah-buahan dan sayuran secara teratur</li>
	<li>Istirahat yang cukup dan stop merokok.</li>
	<li>Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan C </li>
	<li>Minum air putih minimal 8 gelas setiap hari.</li>
</ul>
	<p>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/10/tips-mencegah-kulit-kering/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah huruf Hard Disk / Removable Drive dengan mudah</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mengubah-huruf-hard-disk-removable-drive-dengan-mudah/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mengubah-huruf-hard-disk-removable-drive-dengan-mudah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 08:02:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mengubah-huruf-hard-disk-removable-drive-dengan-mudah/</guid>
		<description><![CDATA[	Bagi yang sering menginstall sistem operasi Windows, terkadang setelah selesai dan Hardisk terbagi dalam beberapa partisi, urutan partisi tidak seperti biasanya, mungkin drive CD-ROM tidak berada di akhir urutan. Hal ini sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kinerja komputer, hanya saja biasanya drive CD-ROM berada di urutan paling akhir dan jika tidak, sering membuat bingung. Hal itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p align="justify">Bagi yang sering menginstall sistem operasi Windows, terkadang setelah selesai dan Hardisk terbagi dalam beberapa partisi, urutan partisi tidak seperti biasanya, mungkin drive CD-ROM tidak berada di akhir urutan. Hal ini sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kinerja komputer, hanya saja biasanya drive CD-ROM berada di urutan paling akhir dan jika tidak, sering membuat bingung. Hal itu biasanya disebabkan ada partisi yang belum di format ketika menginstall windows, sampai selesai installasi. Jika menggunakan aplikasi pihak ketika mungkin bisa menggunakan Partition Manager dan sejenisnya, tetapi sebenarnya Windows (Xp) sudah memiliki fasilitas ini, termasuk memformat partisi yang tidak terdeteksi oleh Windows Explorer. Bagaimana caranya?</p>
<a id="more-5"></a>
<p>Caranya sebagai berikut :</p>
	<ol>
<li>Buka Control Panel. Start      Menu &gt; Control Panel </li>
	<li>Pilih <strong>Administrative      Tools</strong> </li>
	<li>Pilih <strong>Computer      Management</strong> </li>
	<li>Di bagian storage, pilih <strong>Disk      Management</strong> </li>
	<li>Maka setelah ditunggu      sebentar, akan ditampilkan formasi partisi hardisk kita. Termasuk partisi      yang belum diformat </li>
	<li>Untuk mengubah Drive letter,      klik kanan partisi yang diinginkan atau CD-ROM dan pilih menu <strong>Change Drive</strong><strong>      Letter and paths..</strong> </li>
	<li>Di Window yang tampil pilih      change, dan ganti nama drive yang tersedia </li>
 </ol>
	<p align="justify">Sebagai contoh jika kita memiliki 5 partisi C: D: E: F: dan G: , dan ternyata drive CD-ROMnya F: dan ingin kita ubah menjadi G:, maka ubah terlebih dahulu drive G: menjadi H: atau yang lain, kemudian setelah selesai, baru ubah drive F: (CD-ROM) menjadi G:. Setelah drive CD-ROM berubah, baru ubah kembali drive H: menjadi F:.</p>
	<div align="justify">  </div>
	<p align="justify">Fasilitas ini juga bisa berguna ketika kita memasang USB flash disk, kemudian memasang kamera. Terkadang kamera kita tidak terdeteksi di Windows Explorer. Hal ini biasanya karena drive letter-nya dipakai oleh Flash disk ( ada kamera yang tidak bisa ditampilkan ketika sudah ada Flash disk atau USB port sedang dipakai alat lain). Cara mengatasi hal ini, ubah saja drive letter USB tersebut ke huruf lain, kemudian kembali masukkan kabel kamera ke port USB</p>
<!--more-->
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mengubah-huruf-hard-disk-removable-drive-dengan-mudah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Mencegah virus masuk melalui Flashdisk</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mencegah-virus-masuk-melalui-flashdisk/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mencegah-virus-masuk-melalui-flashdisk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 07:55:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mencegah-virus-masuk-melalui-flashdisk/</guid>
		<description><![CDATA[	Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<div align="justify">Dengan penggunaan flashdisk yang sudah umum dimana-mana, menjadi salah satu sebab menjamurnya virus, terutama virus lokal. Ini terlihat sejak masa jayanya virus brontok. Sampai saat ini, saya sering sekali melihat hampir setiap komputer/laptop teman-teman di perkantoran terkena virus, yang terkadang mereka tidak menyadari. Selain Antivirus yang seharusnya senantiasa diupdate minimal seminggu sekali, sebenarnya ada tips yang sangat bermanfaat untuk mencegah menularnya virus dari media seperti flashdisk tanpa kita sadari. Berikut langkah-langkahnya :  </div>
<a id="more-4"></a>
<p>1. Buka Registry Editor, dengan cara klik Start Menu &gt; Run dan ketik <strong>regedit</strong> dan klik OK</p>
	<p>2. Cari Lokasi :<br />  <strong>KEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer</strong></p>
	<p>3. Buat key baru ( <strong>Klik kanan &gt; New &gt; DWORD Value</strong> ) beri nama : <strong>NoDriveAutoRun</strong></p>
	<p>4. Double klik untuk mengisi nilai ( data ). Pilih Base : <strong>Decimal</strong> dan isikan Value data dengan nilai <strong>67108863</strong></p>
	<p>5. Jika diperlukan, dapat juga menambahkan nilai yang sama di<br />  <strong>HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer</strong></p>
	<p>6. Restart Komputer</p>
	<p align="justify">Dengan penambahan setting ini, maka ketika kita memasang flashdisk, windows tidak akan otomatis menjalankan program autorun yang ada di flashdisk. Untuk lebih jelasnya, artikel ini dapat dicari/dibaca di tutorial Windows Registry Guides. </p>
<!--more-->
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/05/05/mencegah-virus-masuk-melalui-flashdisk/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ayo Ngeblog</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/15/ayo-ngeblogpunn/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/15/ayo-ngeblogpunn/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Apr 2008 00:54:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/15/ayo-ngeblogpunn/</guid>
		<description><![CDATA[	
Salam sejahtera   
	&nbsp;&nbsp;&nbsp; Salam kenal,&nbsp; nama saya&nbsp; Daniel. Saya adalah pengguna baru fasilitas blog yang ada di internet. Blog bagi saya adalah suatu fasilitas yang sangat menguntungkan bagi setiap orang. Salah satu keuntungannya adalah blog dapat menghasilkan uang yaitu dengan memasang iklan di blog kita, blog juga dapat mencurahkan isi hati kita atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img width="100" height="96" border="0" src="http://danielbandicoot.blogsome.com/wp-admin/images/crash_bandicoot.jpg" alt="" />
<p><font color="#003366">Salam sejahtera</font>   </p>
	<p align="justify">&nbsp;&nbsp;&nbsp; Salam kenal,&nbsp; nama saya&nbsp; Daniel. Saya adalah pengguna baru fasilitas blog yang ada di internet. Blog bagi saya adalah suatu fasilitas yang sangat menguntungkan bagi setiap orang. Salah satu keuntungannya adalah blog dapat menghasilkan uang yaitu dengan memasang iklan di blog kita, blog juga dapat mencurahkan isi hati kita atau tepatnya sebagai buku diary, blog juga dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan kita tentang berbagai peristiwa yang terjadi baik di dalam negeri maupun di luar negeri, dan mungkin masih banyak lagi keuntungan yang dimiliki oleh blog. Oleh karena itu, saya menghimbau kepada yang lain untuk segera membuat blog, karena banyak keuntungannya.   </p>
	<p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;    </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/15/ayo-ngeblogpunn/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/08/hello-world/</link>
		<comments>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/08/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 00:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Uncategorized</category>
		<guid>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/08/hello-world/</guid>
		<description><![CDATA[	Welcome to your new blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
	An email has been sent to you giving you details of how to log in to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Welcome to your new blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
	<p>An email has been sent to you giving you details of how to log in to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions, ask them in the <a href="http://blogsome-forum.blogsome.com">forums</a> &#8212; we are only too willing to help.
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://danielbandicoot.blogsome.com/2008/04/08/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
